Sabtu, 27 Maret 2010

KEINDAHAN GUNUNG BROMO

Bromo - Gunung Bromo Keindahan Tak Terlukiskan


Sebuah gunung yang terletak di antara kabupaten malang, probolinggo dan pasuruan, gunung bromo ini mempunyai tinggi sekitar 2.350M dari permukaan laut, gunung bromo yang juga berada di kaki gunung semeru ini adalah gunung yang masih aktif. gunung bromo mempunyai bentuk yang unik, kerucut, hampir sama dengan gambar gunung yang di buat anak kecil, karna itulah bentuknya itulah gunung bromo sangat menarik perhatian masyarakat untuk mengunjunginya. gunung bromo mempunyai kawah yang unik juga, kawah yang berbentuk nyaris seperti lingkaran ber diameter sekitar 700M ini menambah keindahan gunung bromo, selain itu ketinggian gunung bromo yang relatif rendah untuk ukuran gunung membuat menuju lokasi menuju gunung bromo relatif mudah.

letak gunung bromo tak jauh dari ibu kota jawa timur, surabaya. banyak alternatif untuk menuju ke bromo, kita bisa lewat malang, pasuruan, atau pun probolinggo. jalan yang paling mudah munurut saya adalah melalui probolinggo bila kita berangkat dari surabaya, selain banyak angkutan juga jalanya paling enak diantara yang lainya.
jika kita berangkat dari surabaya menggunakan angkutan umum ke gunung bromo, hal yang pertama yang harus di tuju adalah terminal bis purabaya atau nama tenarnya bungurasih. nah untuk lebih jelasnya menuju ke bromo, langsung saja kita lihat route surabaya ke gunung bromo.

SUMBER :/www.prlog.org/10378652-bromo-gunung-bromo-keindahan-tak-terlukiskan.html

BOROBUDUR

BOROBUDUR


Masalah yang dihadapi oleh pemerintah saat ini adalah kurangnya koordinasi antar pihak-pihak terkait yang mengelola zona-zona tersebut. Masing-masing pihak mempunyai kepentingan yang berbeda-beda terhadap zonasi yang ditanganinya. Contoh dari kurangnya koordinasi itu adalah masih banyaknya visible pollution yang mengganggu keindahan candi. Dari atas candi kita masih bisa melihat banyaknya BTS dan hotel-hotel yang berada di kawasan Borobudur. Hal ini juga ditegaskan oleh Prof. Mundarjito, dimana saat ini masih terdapat paradigma lama yang site oriented. Harusnya saat ini masyarakat mulai berpikir ke arah areal oriented dalam menangani salah satu warisan dunia yang terancama akan dicoret oleh UNESCO ini.

Acara yang berlangsung seru sambil diselingi tanya jawab ini diakhiri oleh pameran foto-foto dari Mas Oblo, fotografer National Geographic Indonesia. Saya sampai berdecak kagum dengan keindahan foto-foto Borobudur yang ditampilkan berdasarkan Zona, mulai dari dekat (Zona 1) sampai Zona 5 dimana kita bisa melihat sunrise dan kabut menyelimuti daerah Borobudur. Kata Mas Oblo, salah satu tempat bagus untuk mengabadikan keindahan Borobudur di pagi hari ada di Situmbu, desa Karangrejo

Borobudur, Keindahan Candi Agung

Borobudur, Keindahan Candi Agung


Alkisah Pulau Jawa terapung di tengah lautan. Supaya dapat dihuni manusia, tanah yang mengapung itu harus ditambatkan pada pusat Bumi. Paku yang luar biasa besar itu telah menjelma menjadi bukit. Namanya, Gunung Tidar yang berada di sebelah selatan Magelang. Wilayah sekitar “Paku Jawa” itu dikenal dengan sebutan “Dataran Kedu”. Di sini, kita akan mendapati tanah yang subur dan penduduk yang sangat rajin. Itu pula yang menyebabkan tempat ini berjuluk “Taman Jawa”. Di taman inilah Candi Borobudur berdiri menjulang – sebelah selatan Gunung Tidar.

Potongan-potongan cerita kembali dikumpulkan. Berawal saat WOJ Nieuwenkamp melontarkan dugaan bahwa di sekitar candi terdapat danau kuno yang menggambarkan Borobudur berdiri di puncak bukit bagaikan bunga teratai di tengah-tengah danau.

Senang rasanya kemarin bisa mengikuti Temu Wicara dari National Geographic Indonesia yang mengangkat tema BOROBUDUR “Keindahan Sejarah Candi Agung dan Pemanfaatan Ruang Kawasan Borobudur”. Acara dialog terbuka yang dihadiri lebih dari 50 peserta ini menghadirkan beberapa pakar, diantaranya:

1. Marsis Sutopo, MSi - Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala - Kementrian Budaya dan Pariwisata.
2. Prof Dr Mundardjito, Guru Besar Arkeologi UI dan Dewan Pakar National Geographic Indonesia.
3. Firman Napitupulu, Ditjen Penataan Ruang – Kementrian Pekerjaan Umum
4. Dwi Oblo, Fotografer Lepas dan Kontributor National Geographic Indonesia.

Acara diawali oleh Pak Marsis Sutopo yang menerangkan mengenai pemugaran Candi Borobudur. Pemugaran pertama dilakukan pada tahun 1907-1911 oleh Theodore Van Erp, seorang perwira zeni Belanda. Van Erp melakukan sejumlah penggalian di halaman candi dan memilih-milih batu hasil penggalian. Kemudian pada tahun 1911, Van Erp berhasil menyelesaikan restorasi candi, diantaranya berhasil melakukan pemugaran bagian arupadhatu yang terdiri dari 72 arca Budha dan 73 stupa. Arca dan stupa-stupa itu dibongkar kemudian dipasang kembali. Sedangkan Pemugaran kedua dilaksanakan pada tahun 1973-1983.

Selain itu Borobudur terdapat Zonasi atau pembagian wilayah yang mengatur mengenai tanggung jawab pemerintah dalam mengelola Borobudur, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pak Firman Napitupulu menjelaskan mengenai zonasi yang dibagi ke dalam 5 zona.

* Zona 1: Zona Inti. Luas areal sekitar 0,078 kilometer persegi. Zona ini merupakan zona perlindungan monumen dan lingkungannya.
* Zona 2: Zona taman wisata arkeologi. Luas areal sekitar 0,87 kilometer persegi. Zona ini dinamakan zona penyangga.
* Zona 3: Zona pengembangan. Luas sekitar 10 kilometer persegi. Area permukiman terbatas, pertanian dan jalur hijau.
* Zona 4: Zona perlindungan kawasan bersejarah. Luas areal sekitar 26 kilometer persegi. Zona ini untuk perawatan dan pencegahan kerusakan.
* Zona 5: Zona perlindungan kawasan bersejarah. Luas areal sekitar 78,5 kilomter persegi. Zona ini untuk pencegahan kerusakan monumen yang masih terpendam.

Taman Kupu-kupu yang Cantik

Taman Kupu-kupu yang Cantik

Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu...

BEGITU salah satu lirik Sindentosca. Lagu ini sempat "meledak"dan banyak disenandungkan oleh anak-anak. Lagu ceria yang menganalogikan keindahan kupu-kupu terhadap persahabatan.Tapi, jika ditanyakan kepada mereka, apakah sering melihat kupu-kupu di sekitar mereka belakangan ini? Bisa saja jawabannya adalah tidak karena kebanyakan mereka hanya melihat dari gambar atau televisi saja.

Berubahnya gaya hidup, tempat hidup, dan lingkungan membuat habitat kupu-kupu semakin hilang. Banyaknya pembangunan, semakin sedikitnya taman, polusi, perubahan iklim, temperatur naik, dan makin berkembangnya manusia membuat kupu-kupu jarang ditemukan. Dari data yang dikumpulkan oleh Kelompok Pengawas Kupu-kupu (Butterfly Monitoring Scheme), penurunan jumlah kupu-kupu paling drastis terjadi dalam 25 tahun terakhir. Itulah mengapa sekarang ini kita jarang melihat makhluk cantik ini hinggap. Kupu-kupu adalah binatang yang sensitif. Daya penciumannya tajam bisa sampai IS km."Jika tercium polusi, mereka pergi dan mencari tempat yang benar-benar bersih dan layak untuk berkembang biak," ungkap Ayam Hugeng, Konsultan Kupu-kupu.Dari ketinggian Kota Bandung, tepatnya di Jl. Raya Cihanjuang, Cibaligo Km. 3,3 No. 58 Kabupaten Bandung, Taman Kupu-Kupu Cihanjuang dibuat. Konsep wisata karya ini dibangun di atas areal seluas 1,7 hektar dengan suasana yang asri. Sampai saat ini terdapat lebih dari 15 spesies kupu-kupu yang dibiakkan, yang diperoleh dari Papua,Sulawesi Selatan, Bali, dan Pulau Jawa.

sumber :batavia

Keindahan Danau Toba

Keindahan Danau Toba tercipta dari bencana

Begitu melintas di kelokan jalan mendekati Parapat, kota wisata di pinggir Danau Toba, birunya hamparan air dan panorama dinding batu perbukitan Pulau Samosir yang menjadi latar langsung memesona.
Keindahan panorama Danau Toba tidak terjadi begitu saja. Danau vulkanik terbesar di dunia itu terbentuk dari rangkaian proses geologis dan vulkanis mahadahsyat. Setidaknya ada tiga letusan gunung api besar mengiringi terbentuknya Danau Toba. Letusan terakhir terjadi 74.000 tahun silam.
Majalah Science mencatat, letusan termuda Gunung Toba merupakan peristiwa vulkanis paling besar di bumi dalam dua juta tahun terakhir. Letusannya memuntahkan 2.800 kilometer kubik magma, yang 800 kilometer kubik di antaranya terbang ke atmosfer, menyelimuti lapisan Bumi sepanjang Laut China Selatan hingga Laut Arab.
Sekarang, bekas peristiwa vulkanik luar biasa tersebut mewariskan keindahan alam. Kaldera besar menjadi danau dengan panjang mencapai 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. Bukit-bukit batu terjal yang mengelilingi danau terlihat eksotis. Kecuramannya menghunjam langsung ke pinggiran danau. Pulau Samosir mirip dinding batu raksasa membentengi air danau.
Saking luar biasanya panorama ini, Pangeran Bernard dari Belanda mengizinkan namanya dipakai "menjual" Danau Toba. "Juallah nama saya untuk danau ini. Saya tak dapat melukiskan betapa indahnya Danau Toba," puji sang pangeran saat berkunjung ke Toba tahun 1996.
Hampir semua wilayah sekeliling danau punya panorama alam yang jadi tujuan wisata. Semua terbagi dalam tujuh kabupaten, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir. Umumnya wisatawan menikmati keelokan Danau Toba dari Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir.
Dari dataran tinggi Karo di sebelah utara, keelokan danau terlihat memanjang dipandang dari Sikodonkodon. Namun, hanya ada satu resor di sini. Di sisi barat, pemandangan danau dan Pulau Samosir dapat dengan sempurna disaksikan dari Tele. Ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut.
Di Parapat, sedikitnya ada 900 kamar hotel berbagai jenis, mulai dari bintang empat hingga homestay, di Tuktuk juga tak berbeda. Baik di Parapat maupun Tuktuk, wisatawan dapat langsung menikmati danau dari pinggirannya. Tarif hotel di Tuktuk dan Parapat bervariasi, sesuai tipikal turis yang datang. Mulai dari Rp 30.000 hingga Rp
500.000 per malam tergantung tipe hotel.
"Kami menawarkan harga berkisar Rp 30.000 hingga Rp 70.000 per malam untuk kamar yang bersih, air panas, dan suasana yang hommy bagi turis backpacker. Mereka sangat menyukai suasana rumahan yang kami tawarkan," kata Bulan Sitepu, pengelola Liberta Homestay di Tuktuk.
Perjalanan darat ke Parapat memakan waktu empat sampai lima jam dari Medan. Tersedia bus atau travel yang langsung menuju Parapat. Rutenya melewati Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, dan belok ke arah Pematang Siantar. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi panorama perkebunan kelapa sawit dan karet.
Apabila menggunakan kereta api, dari Medan pilih rute menuju Pematang Siantar. Dari sini perjalanan dilanjutkan menggunakan bus ke Parapat. Waktu tempuhnya satu jam.
Saat menikmati keelokan Danau Toba, mungkin tak ada yang membayangkan kengerian yang ditimbulkan dalam proses "penciptaannya". Ternyata, bencana yang hampir memusnahkan ras manusia di bumi ini sekarang menjadi sumber penghidupan manusia.

sumber :khaerudin

KEINDAHAN ALAM KEKAYAAN DUNIA

KEINDAHAN ALAM KEKAYAAN DUNIA


Tuhan menciptakan bumi ini dengan keindahan alam yang tiada duanya. Keindahan alam adalah wujud nyata kecintaan Tuhan kepada kita manusia Karena keindahan adalah salah satu lambang kekayaan dunia ini. Sebagai manusia sudah sepatutnyalah kita harus bertanggung jawab terhadap alam sekitar tempat kita tinggal,dengan cara menjaga dan melestarikannya. Contohnya ; menghijaukan kembali hutan rusak dengan diadakan reboisasi dsb. Kekayaan dimata manusia kebanyakan diukur dari uang yang dimilikinya dan membuat kita lupa akan alam sekitar kita,seperti hutan yang semakin hari semakin gundul karena di sebabkan oleh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan kepentingan pribadi,kelompok dan bahkan perusahaan. Semestinyalah kita harus tahu bahwa dengan pedulinya kita pada alam dan linkungan sekitarkita, itu adalah kekayaan dunia yang tiada taranya dimata manusia dan dimata Tuhan.Mari kita tingkatkan kepedulian kita pada linkungan dan hijaukan kembali bumi ini.










KEINDAHAN PERUT BUMI

KEINDAHAN PERUT BUMI

Bumi tempat kita berpijak ternyata mengandung berbagai macam pesona. Bukan hanya dipermukaannya saja. Keindahaan di dalam perut bumi juga tidak kalah menarik.









SUMBER :YOUSAYTOO.COM 2006 - 2009 - 0.88 sec